KATA
PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha
Esa yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia berupa kemampuan berpikir,
sehingga penulis dapat menyeleseikan tugas dan Makalah ini berisi tentang
Resiko Ketidakpastian dan Pengambilan Keputusan. Makalah ini disusun dalam
rangka menyeleseikan mata kuliah Ekonomi Manajerial.
Penyusunan makalah ini tidak lepas
dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu memberikan bimbingan dan
pengarahan serta dukungan baik moril maupun materiil dalam penyusunan makalah
ini, khususnya kepada:
Ibu
dosen mata kuliah Ekonomi Manajerial.
Rekan-rekan Mahasiswa
Manajemen Non reguler
Kami
sadar bahwa makalah ini masih mempunyai banyak kekurangan, untuk itu kami
sangat mengharapkan berbagai kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan
makalah ini. Akhirnya kami berharap agar makalah ini dapat bermanfaat, terutama
dalam proses belajar. Amin
Tim
Penyusun
DAFTAR
ISI
Cover
Makalah....................................................................................................... 1
Kata Pengantar........................................................................................................ 2
Daftar isi.................................................................................................................. 3
Bab I Pendahuluan
1.1 LatarBelakang.................................................................................................... 4
1.2 RumusanMasalah............................................................................................... 5
1.3 Tujuan............................................................................................................... 5
Daftar isi.................................................................................................................. 3
Bab I Pendahuluan
1.1 LatarBelakang.................................................................................................... 4
1.2 RumusanMasalah............................................................................................... 5
1.3 Tujuan............................................................................................................... 5
Bab II Pembahasan
2.1 Pengertian Resiko.............................................................................................. 6
2.2
Cara Mengatasi Resiko...................................................................................... 7
2.3
Sikap Terhadap Resiko...................................................................................... 7
2.4
Mengukur Resiko............................................................................................... 8
2.5
Nilai Harapan..................................................................................................... 8
2.6
Langkah-Langkah Pengambilan Keputusan......................................................
8
2.7 Teknik Pengambilan Keputusan Dalam
Ketidakpastian...................................... 10
Bab III Penutup
Kesimpulan.............................................................................................................. 12
Saran...................................................................................................................
.... 12
Daftar
Pustaka.......................................................................................................... 13
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1-
Latar
Belakang
Para
pembuat keputusan dalam setiap permasalahan merupakan para pembuatan keputusan
yang menggenggam kepastian dalam dunia yang tidak pasti. Mereka ingin tahu apa
yang akan terjadi bukan apa yang mungkin terjadi. Seperti pembuatan keputusan
ini, kebanyakan dari kita gagal untuk menerima bahwa banyak keputusan harus
dibuat dalam menghadapi ketidakpastian.
Sebaliknya,
kita cenderung ingin dan percaya bahwa jika kita bekerja cukup keras, kita
dapat mengontrol hasil. Dawes (1988) telah mengamati bahwa cara yang umum untuk
mengatasi ketidakpastian adalah dengan mengabaikannya.
Langer
(1975) telah mendokumentasikan bahwa kecenderungan ini sering diterjemahkan ke
dalam keyakinan yang tidak tepat yang kebetulan tidak melibatkan ketrampilan
dan dapat di kontrol. Penjudi cenderung melempar dadu lebih keras ketika mereka
mencoba untuk menggapai (roll) angka tinggi (Dawes, 1998). Pembeli tiket undian percaya bahwa kemampuan
mereka untuk memilih jumlah akan meningkatkan kemungkinan mereka untuk menang.
Dowes berpendapat bahwa manusia memiliki kebutuhan patologis untuk tahu
sekarang dalam situasi yang mengandung ketidakpastian yang melekat. Ia
menegaskan bahwa kebutuhan untuk meniadakan ketidakpastian sering menyebabkan
orang mengambil kredibilitas terlalu banyak untuk keberhasilan dan terlalu
banyak disalahkan atas kegagalan.
Suatu tindakan atau kebijakan administrasi
bisnis membutuhkan pengambilan keputusan berdasarkan beberapa alternatif
pemilihan keputusan. Dalam pengambilan keputusan, harus disertai sasaran yang
jelas yang ingin dicapai. Dalam mencapai sasaran yang diinginkan, terdapat
beberapa tindakan yang harus dipilih sebagai keputusan tindakan. Masing-masing
dari beberapa alternatif tindakan perlu diukur manfaat atau biaya yang
dihasilkannya. Tentunya dalam pengambilan keputusan, terdapat situasi
ketidakpastian mengenai hasil yang dicapai, di mana terdapat risiko yang akan
selalu mungkin terjadi.
1.2-
Rumusan Masalah
1.
Apakah pengertian dari resiko?
2.
Bagaimana cara mengatasi resiko?
3.
Bagaimana sikap terhadap resiko?
4.
Bagaimana cara mengukur resiko?
5.
Apakah pengertian dari nilai harapan?
6.
Apa langkah-langkah dalam pengambilan keputusan?
7.
Apa saja teknik pengambilan keputusan dalam ketidakpastian?
1.3-
Tujuan
1.
Mengetahui apa pengertian dari resiko.
2.
Mengetahui cara mengatasi resiko.
3.
Mengetahui bagaimana cara mengatasi resiko.
4.
Mengetahui cara mengukur resiko.
5.
Mengetahui apa itu nilai harapan.
6.
Menegtahui langkah-langkah dalam pengambilan keputusan.
7.
Mengetahui teknik pengambilan keputusan dalam ketidakastian.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Resiko
Menurut
Frank Knight yang dikutip dalam Robison dan Barry (1987), risiko menunjukkan
peluang terhadap suatu kejadian yang dapat diketahui oleh pembuat keputusan
yang didasarkan pada data historis dan pengalaman selama mengelola kegiatan
usaha. Risiko juga menunjukkan peluang terjadinya peristiwa yang menghasilkan
pendapatan di atas atau di bawah rata-rata dari pendapatan yang diharapkan.
Sementara itu, Debertin (1986) menyatakan bahwa kejadian berisiko adalah
kejadian dimana peluang dan hasil dari kejadian tersebut dapat diketahui oleh
pembuat keputusan. Risiko dapat pula diartikan sebagai kemungkinan kejadian
yang merugikan. Menurut M, risiko merupakan peluang terjadinya hasil yang tidak
diinginkan sehingga risiko hanya terkait dengan situasi yang memungkinkan
munculnya hasil negatif serta berkaitan dengan kemampuan memperkirakan
terjadinya hasil negatif tersebut.
Risiko
berhubungan dengan ketidakpastian, akan tetapi terdapat perbedaan mendasar
antara risiko dan ketidakpastian. Menurut Robison dan Barry (1987), risiko
adalah peluang dari suatu kejadian yang dapat diperhitungkan dan akan
memberikan dampak negatif yang dapat menimbulkan kerugian, sedangkan
ketidakpastian adalah peluang dari suatu kejadian yang tidak dapat
diperhitungkan oleh pebisnis selaku pengambil keputusan. Djohanputro (2006)
menyatakan risiko sebagai ketidakpastian yang telah diketahui tingkat
probabilitas kejadiannya. Menurut Kountur (2004) ketidakpastian ini terjadi
akibat kurangnya atau tidak tersedianya informasi yang menyangkut apa yang akan
terjadi. Ketidakpastian yang dihadapi oleh perusahaan dapat berdampak merugikan
atau menguntungkan. Apabila ketidakpastian yang dihadapi berdampak
menguntungkan maka disebut dengan istilah kesempatan (opportunity), sedangkan
ketidakpastian yang berdampak merugikan disebut sebagai risiko.
2.2 Cara Mengatasi Resiko
Resiko
adalah kejadian yang tidak diinginkan merupakan bagian dari kehidupan yang
dapat terjadi tetapi tidak selalu dapat dihindari. Beberapa cara yang biasanya
dipakai dalam menghadapi resiko.
·
Menghindari
resiko ( avoiding risk ) yaitu menghindari penyebab timbulnya resiko.
Menghindari risiko merupakan strategi yang sangat penting, strategi ini
merupakan strategi yang umum digunakan untuk menangani risiko. Dengan
menghindari risiko, kontraktor dapat mengetahui bahwa perusahaannya tidak akan
mengalami kerugian akibat risiko yang telah ditafsir. Di sisi lain, kontraktor
juga akan kehilangan sebuah peluang untuk mendapatkan keuntungan yang mungkin
didapatkan dari asumsi risiko tersebut.
Contohnya : seorang kontraktor yang ingin menghindari risiko politik dan
finansial berkaitan dengan proyek pada negara dengan kondisi politik yang tidak
stabil, dapat menolak melakukan tender proyek pada negara tersebut. Namun
demikian, apabila kontraktor tersebut menolak untuk melakukan tender, maka
kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dari proyek tersebut juga ikut
menghilang.
·
Mengurangi
resiko ( reducing risk ) yaitu memperkecil kemungkinan atau probabilitas untuk
terjadinya resiko tersebut atau memperkecil kerugian atau akibat resiko yang
mungkin terjadi. Dengan strategi seperti itu, risiko dapat ditahan dengan
berbagai cara, tergantung pada filosofi, Alternatif strategi yang kedua adalah
mencegah risiko dan mengurangi kerugian. Strategi ini secara langsung
mengurangi potensi risiko kontraktor dengan 2 cara, yaitu : 1.Mengurangi
kemungkinan terjadinya risiko.
2.Mengurangi
dampak finansial dari risiko, apabila risiko tersebut benar benar terjadi. Contohnya : pemasangan alarm atau alat anti maling pada peralatan
di proyek, akan mengurangi kemungkinan terjadinya pencurian. Sebuah gedung yang
dilengkapi dengan sprinkler system, akan mengurangi dampak finansial, apabila
gedung tersebut mengalami kebakaran.
·
Mengasuransikan
resiko ( shifting the risk into an insurance company ) yaitu memindahkan resiko
yang bakal terjadi keperusahaan asuransi. Asuransi menjadi bagian penting dari
program manajemen risiko, baik untuk sebuah organisasi ataupun untuk individu.
Asuransi juga termasuk di dalam strategi transfer risiko, dimana pihak asuransi
setuju untuk menerima beban finansial yang muncul dari adanya kerugian. Secara
formal, asuransi dapat didefinisikan sebagai kontrak persetujuan antara 2 pihak
yang terkait yaitu : pengasuransi (insured) dan pihak asuransi (insurer).
Dengan adanya persetujuan tersebut, pihak asuransi (insurer) setuju untuk
mengganti rugi kerugian yang terjadi (seperti yang tercantum dalam kontrak)
dengan balasan, pengasuransi (insured) harus membayar sejumlah premi tiap
periodenya.
2.3 Sikap Terhadap Resiko
Dalam menjalankan usaha atau
bisnis perusahaan, manajemen dalam menghadapi resiko dapat menentukan sikap
terhadap resiko tersebut, yaitu
·
Menghindar
dari resiko ( risk avers ), perusahaan akan menghitung mana yang lebih besar
antara resiko dan harapan keuntungan. Bila resiko lebih besar dari keuntungan,
maka manajemen yang masuk kelompok risk avers akan menghindar dari usaha
tersebut.
·
Netral
terhadap resiko ( risk netral ) yaitu sikap rasional dalam menghadapi resiko,
bila peluang usaha mempunyai harapan keuntungan yang akan diperoleh dan juga
peluang resiko mungkin juga terjadi.
·
Senang
bermain dengan resiko ( risk preferer ) yaitu perilaku individu yang bersedia
mengambil resiko. Risk preferer cenderung menganggap resiko sebagai sesuatu hal
yang tidak perlu dikhawatirkan.
2.4 Mengukur Resiko
Besar
kecilnya resiko dapat diukur dengan konsep statistik, yaitu teori probabilitas
(Pi).
Probabilitas adalah peluang timbulnya kejadian antara 0 ≤ P ≤ 1, maksutnya
adalah Masalah ketidakpastian dicoba untuk dapat diukur atau dikuantifisir
dengan suatu konsep Probabilitas (probability,
kemungkinan). Probabilitas (P) dinyatakan dalam angka-angka 0 sampai 1.
Probabilitas (P) = 0, artinya suatu peristiwa atau kejadian mempunyai
kemungkinan terjadi 0% atau dengan kata lain peristiwa itu tidak mungkin
terjadi. Di lain pihak, apabila suatu peristiwa atau kejadian dinyatakan
probabilitasnya (P) = 1, berarti bahwa peristiwa atau kejadian itu 100% pasti
terjadi.
Jenis kejadian (event) menurut probabilitas adalah
·
Kejadian
yang pasti terjadi ( certainly event ) bila Pi=1
·
Kejadian
yang tidak mungkin terjadi (impossible event ) bila Pi=0
·
Kejadian
yang mungkin terjadi ( possible event ) bila 0 ≤ P ≤ 1
2.5 Nilai Harapan (Expected Value) dan Resiko
(Risk)
Dari sudut manajemen nilai harapan dan risiko berkaiatan dengan keputusan
yang akan dibuat sekarang untuk dilaksanakan dimasa yang akan datang.
Nilai rata-rata yang diharapkan (Expected
Value)
E(x) = ΣXi.Pi
Xi = even / kejadian
Pi = Probabilitas terjadinya Xi
E(x) dalam
statistik diskriptif dikenal dengan rata-rata hitung probabilitas, dinotasikan
Pi adalah besarnya peluang untuk terjadinya suatu kejadian dari beberapa
alternatif kemungkinan.
2.6 Langkah-Langkah Pengambilan Keputusan
a.
Perumusan
Masalah
Langkah ini sebagai awal
menentukan batasan-batasan keputusan yang akan dibuat yang mencakup penentuan
alternative-alternatif yang akan ditanyakan seperti:
·
Masalah
apa yang dihadapi
·
Siapa
yang memutuskan
·
Bagaimana
keadaan yang melatarbelakangi pengambilan keputusan
·
Bagaimana
pengaruhnya terhadap tujuan-tujuan manajemen
Dalam langkah ini keputusan yang dibuat tidak dalam ruang hampa udara
melainkan dibuat berdasarkan fakta dan data yang akan dipakai dalam pengambilan
keputusan.
b.
Penentuan
Tujuan
Pada tahap ini
pertanyaan yang diajukan untuk antara lain
·
Apa
tujuan pengambilan keputusan
·
Bagaimana
seharusnya pengambil keputusan tersebut menilai hasilnya dibandingkan tujuannya
·
Bagaimana
jika pengambil keputusan tersebut ingin mencapai tujuan yang bertentangan satu
sama lain
c.
Pencarian
Alternatif
Pada tahap ini
ada beberapa hal yang perlu diajukan yaitu:
·
Apa
alternative untuk pencapain tujuan
·
Variabel
apa saja yang dapat kita kendalikan
·
Apa
kendala yang kita hadapi dalam pencapaian tujuan
Seorang
pengambil keputusan yang ideal, akan membuka semua kemungkinan pilihan yang ada
dan kemudian memilih satu diantaranya yang akan memberikan hasil terbaik bagi
pencapaian tujuannya.
d.
Peramalan
Dampak
Pada tahap ini
yang perlu dipahami adalah:
·
Bagaiman
konsekuensi dari setiap pilihan
·
Jika
hasil yang diharapkan tidak pasti bagaimana sifatnya
·
Dapatkan
informasi yang lebih baik diperoleh untuk meramalkan suatu hasil
Tugas peramalan konsekuensi ini tergantung pada keadaannya bisa
dilakukan secara langsung atau diabaikan sama sekali.
e.
Penentuan Pilihan
Seteleah semua analisis selesai dilakukan, kita dapat menentukan
pilihan yang paling dingiinkan yaitu:
·
Seorang
pengambil keputusan menetapkan konteks permasalahan
·
Menetapkan
tujuan
·
Mengidentifikasi
alternative yang tersedia
·
Bagaimana
caranya untuk memilih satu pilihan yang diinginkan
f.
Analisis
Sensitivitas
Pada tahap
akhir ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
·
Bagaimana
sifat dari masalah yang menentukan pilihan tindakan yang optimal
·
Bagaimana
pengaruh perubahan tertentu terhadap optimal yang diambil
·
Apakah
pilihan tersebut peka terhadap perubahan variabel-variabel ekonomi utama yang
terabaikan oleh pengambil keputusan.
Kegunaan dari analisis
sensitivitas, yaitu
·
memberikan
informasi faktor-faktor kunci dalam permasalahan yang mempengaruhi keputusan.
·
menelusuri
pengaruh perubahan-perubahan variabel yang tidak diyakini manajer.
·
menghasilkan
solusi dalam kasus proses pengulangan pengambilan keputusan jika
keadaan-keadaan tertentu dimodifikasi
2.7 Teknik pengambilan keputusan
dalam ketidakpastian
1.
Teknik Optimasi
Manusia terlahir sebagai
mahluk yang tak pernah puas. Manusia memiliki sejumlah besar kebutuhan dan
lebih banyak lagi keinginan. Disisi lain, sumber daya ekonomi sebagai pemuas
kebutuhan dan keinginan manusia relatif langka. Dua hal ini memberikan latar
belakang yang kontradiktif dan mengharuskan manusia memilih. Maka manusia
selaku homoekonomicus akan senantiasa berupaya menetapkan pilihan yang terbaik
sebagai solusi optimal yang dapat dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan yang nyaris tanpa batas itu. Lalu, apa dan bagaimanakah alternatif
pilihan yang optimal itu? Apakah konsep maksimalisasi sama dengan
optimalisasi?. Dari aspek Manajerial, pilihan yang optimal merupakan solusi
yang efektif dan efisien. Secara harpiah, kata efektif dapat dipadankan dengan
kata berdaya guna, sedangkan efisien lebih bersesuaian makna dengan kata
berhasil guna. Pilihan yang efektif merujuk pada alternatif proses produksi
untuk mencapai output maksimal pada level penggunaan input yang sudah
ditetapkan besarannya, sementara pilihan yang efisien merujuk kepada alternatif
proses produk untuk mencapai besaran out put tertentu dengan penggunaan input
minimal. Dari uraian ini, dapat disimpulkan bahwa optimalisasi mencakup
terminologi maksimalisasi output dan minimalisasi input atau biaya. Pemahaman
atas solusi optimal ini dapat diterapkan baik pada kajian tentang perilaku
produksi maupun prilaku konsumsi.
2.
Teknik Analisis Resiko
Risiko adalah hal yang tidak
akan pernah dapat dihindari pada suatu kegiatan / aktivitas yang dilakukan
manusia, termasuk aktivitas proyek pembangunan dan proyek konstyruksi. Karena
dalam setiap kegiatan, seperti kegiatan konstruksi, pasti ada berbagai
ketidakpastian (uncertainty). Faktor ketidakpastian inilah yang akhirnya
menyebabkan timbulnya risiko pada suatu kegiatan.
3.
Teknik Pendugaan/Peramalan
Tujuan dari peramalan ekonomi
adalah untuk mengurangi resiko atau ketidak pastian yang dihadapi suatu
perusahaan dalam pengambilan keputusan operasional jangka pendeknya dan dalam
merencanakan pertumbuhan jangka panjangnya. Teknik peramalan bervariasi dari
yang sederhana dan tidak mahal hingga yang canggih tetapi mahal. Dengan
mempertimbangkan semua keuntungan dan batasan dari berbagai macam teknik
ramalan tersebut, manajer dapat memilih metode atau kombinasi dari metode yang
paling cocok dengan perusahaannya. Peramalan kualitatif dalam didasari oleh survei
terhadap rencana para eksekutif bisnis untuk rencana pengeluaran pembangunan
dan peralatan, perubahan inventori, dan harapan penjualan, serta survei
terhadap rencana pengeluaran konsumen. Ramalan penjualan dapat didasari oleh
jajak pendapat terhadap eksekutif perusahaan, tenaga penjual, dan konsumen
perusahaan biasanya meminta pandangan dari pejabat luar negeri atau orang-orang
bisnis.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun
kesimpulan dari pembahasan ini, yaitu :
- Probabilitas (Pi) adalah peluang timbulnya
kejadian anyara 0 < Pi < 1, Besarnya probabilitas suatu kejadian
antaraa 0 dan 1. Jumlah probabilitas dari seluruh kejadian yang mungkin
terjadi adalah 1 (ΣPi = 1).
- Perbedaan Risiko dan Ketidakpastian : Menurut
Frank Knight (1922), risiko dapat menentukan probabilitas obyektif secara
pasti terhadap hasil atau kejadian. Sedangkan ketidakpastian jika tidak
ada probabilitas obyektif yang dapat ditentukan.
- Pemerintah lebih memilih mengekspor, misalnya
seperti kentang supaya dapat dijadikan sebagai devisa negara. Namun
demikian, dapat menyebabkan terjadi kenaikan hasil bumi yang oleh
masyarakat, juga rendahnya keuntungan yang didapat oleh petani. Jadi dapat
dikatakan bahwa pemerintah lebih memilih sikap yang senang akan risiko (risk
seeker atau risk lover).
3.2 Saran
Dengan mempelajari risiko, ketidakpastian dan pengambilan keputusan ini,
semoga dapat memberi pengetahuan bagi pembaca. Dimana dengan risiko,
ketidakpastian dan pengambilan keputusan, seseorang atau manajemen dalam
perusahaan dapat mengetahui risiko yang kemungkinan bisa terjadi dan bagaimana
pengambilan keputusan dalam perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Ø Arsyad, Lincolin. 2000. Ekonomi Manajerial.Yogyakarta.
BPFE-YOGYAKARTA
Ø Ulum, Miftachul. 2011. Resiko, Ketidakpastian Dan Pengambilan
Keputusan. http//:mutiarailmudrajat.blogspot.com [16 Oktober 2011]
Ø Janiasbomi. 2010. Pengambilan Keputusan Manajerial
(Manajerial Decision Making). http//:bomeey89.blogspot.com [16 Oktober
2011]
No comments:
Post a Comment