A. Judul Penelitian
Pengaruh
Game Online dan Lingkungan Sosial Game Center Terhadap
Motivasi Belajar Anak-Anak Lingkungan Klatak
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh game online terhadap motivasi belajar anak-anak lingkungan klatak?
2. Bagaimana
pengaruh intensitas bermain game online terhadap motivasi belajar anak-anak lingkungan klatak?
3. Bagaimana
pengaruh lingkungan sosial game center terhadap motivasi belajar anak-anak lingkungan klatak?
C. Tujuan Penelitian
Adapun
tujuan penelitian ini berdasarkan rumusan masalah yang ada yakni:
1. Untuk Mengetahui
bagaimana pengaruh game online terhadap motivasi belajar anak-anak lingkungan klatak.
2. Untuk
Mengetahui bagaimana pengaruh intensitas bermain game online terhadap motivasi
belajar anak-anak lingkungan klatak.
3. Untuk
mengetahui bagaimana pengaruh lingkungan sosial game center terhadap motivasi
belajar anak-anak lingkungan klatak.
D. Hipotesis
1. Terdapat
pengaruh yang positif dan signifikan antara game
online terhadapmotivasi belajar.
2. Terdapat
pengaruh yang negatif dan signifikan antara game
online terhadapmotivasi belajar.
3. Tidak
terdapat pengaruh yang positif dan signifikan
antara game online terhadapmotivasi belajar.
4. Tidak
terdapat pengaruh yang negatif dan signifikan antara game online terhadapmotivasi belajar.
E.
Landasan Teori
1. Kajian
Tentang Motivasi
Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli – Motivasi berasal dari kata “motif” yang diartikan sebagai
daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Menurut
Sardiman 2006:73) motif merupakan daya penggerak dari dalam untuk melakukan
kegaiatan untuk mencapai tujuan.
Definisi
Motivasi adalah perubahan
energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan
dan reaksi untuk mencapai tujuan (Hamalik, 1992:173). Dalam Sardiman (2006:73)
motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorangyang ditandai dengan
munculnya “felling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.
Menurut Mulyasa (2003:112) motivasi adalah tenaga pendorong atau
penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu.
Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi.
Seorang siswa akan belajar bila ada faktor pendorongnya yang disebut motivasi.
Dimyati dan Mudjiono (2002:80) mengutip
pendapat Koeswara mengatakan bahwa siswa belajar karena didorong kekuatan
mental, kekuatan mental itu berupa keinginan dan perhatian, kemauan, cita-cita
di dalam diri seorang terkadang adanya keinginan yang mengaktifkan,
menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku individu dalam
belajar.
Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar
adalah keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan
belajar menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar
sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Dalam motivasi belajar
dorongan merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka
pemenuhan harapan dan dorongan dalam hal ini adalah pencapaian tujuan.
Fungsi motivasi
Dalam
proses belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak
mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melaksanakan aktivitas
belajar. Motivasi diperlukan dalam menentukan intensitas usaha belajar bagi
para siswa. Menurut Djamarah (2002 : 123) ada tiga fungsi motivasi:
Ø Motivasi
sebagai pendorong perbuatan. Motivasi berfungsi sebagai pendorong untuk
mempengaruhi sikap apa yang seharusnya anak didik ambil dalam rangka belajar.
Ø Motivasi
sebagai penggerak perbuatan. Dorongan psikologis melahirkan sikap terhadap anak
didik itu merupakan suatu kekuatan yang tak terbendung,yang kemudian terjelma
dalam bentuk gerakan psikofisik.
Ø Motivasi
sebagai pengarah perbuatan. Anak didik yang mempunyai motivasi dapat menyeleksi
mana perbuatan yang harus dilakukan dan mana perbuatan yang diabaikan.
Menurut Hamalik
(2003:161) fungsi motivasi adalah :
§ Mendorong
timbulnya suatu kelakuan atau perbuatan. Tanpa adanya motivasi maka tidak akan
timbul perbuatan seperti belajar
§ Motivasi
berfungsi sebagai pengarah. Artinya mengarahkan perbuatan ke pencapaian tujuan
yang diinginkan.
§ Motivasi
berfungsi sebagai penggerak. Motivasi berfungsi sebagai mesin dalam mobil.
Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat lambatnya suatu pekerjaan.
Menurut Sardiman (2006:85) ada
3 fungsi motivasi :
v Mendorong
manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan
energi.
v Menentukan
arah perbuatan, yaitu kearah tujuan yang hendak dicapai
v Menyeleksi
perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang
serasi guna mencapai tujuan dengan menyisihkan tujuan-tujuan yang tidak
bermanfaat bagi tujuan tersebut.
Dengan
adanya usaha yang tekun dan didasari motivasi maka siswa akan belajar dengan
baik dan prestasi belajar akan optimal.
Menurut Dimyati dan Mudjiono
(2002:86) motivasi sebagai kekuatan mental individu memiliki 2 jenis tingkat
kekuatan, yaitu:
a. Motivasi Primer
Motivasi
primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar, motif dasar
tersebut berasal dari segi biologis atau jasmani manusia. Dimyati mengutip
pendapat Mc.Dougal bahwa tingkah laku terdiri dari pemikiran tentang tujuan dan
perasaan subjektif dan dorongan mencapai kepuasan contoh mencari makan, rasa
ingin tahu dan sebagainya.
b. Motivasi sekunder
Motivasi
sekunder adalah motivasi yang dipelajari,motif ini dikaitkan dengan motif
sosial, sikap dan emosi dalam belajar terkait komponen penting seperti afektif,
kognitif dan kurasif, sehingga motivasi sekunder dan primer sangat penting
dikaitkan oleh siswa dalam usaha pencapaian prestasi belajar.
Sifat motivasi
Dalam
menumbuhkan motivasi belajar tidak hanya timbul dari dalam diri siswa tetapi
juga berasal dari luar siswa.Yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik
(Dimyati dan Mudjiono, 2002:90).
a. Motivasi Intrinsik
Adalah
motivasi yang timbul dari dalam diri pribadi individu itu sendiri tanpa adanya
pengaruh dari luar individu. Contoh: seorang siswa mempelajari sebuah buku
pelajaran karena ia termotivasi untuk mengetahi isi atau bahan beripa
pengetahuan yang ia dapatkan.
b. Motivasi Ekstrinsik
Adalah
dorongan terhadap perilaku seseorang yang ada diluar perbuatan yang
dilakukannya. Ia mendapat pengaruh atau rangsangan dari luar, contoh: Ia
belajar karena terdorong oleh orang lain, karena takut mendapatkan hukuman.
Motivasi
intrinsik dan motivasi ekstrinsik sangat penting bagi siswa dalam proses
belajar, dengan timbulnya motivasi intrinsik dapat menimbulkan semangat belajar
yang tinggi. Motivasi ekstirnsik dapat berubah menjadi intrinsik tanpa disuruh
orang lain. Ia termotivasi belajar dan
belajar sungguh-sungguh tanpa disuruh oleh orang lain (Monks, dalam Dimyati,
2002:91).
Teori motivasi
Menurut
Sri Mulyani seperti dikutip oleh Darsono (2000:62) teori motivasi dibagi
menjadi tiga yaitu: motif berprestasi, motif berafiliasi dan motif berkuasa.
Dalam Dimyati mengutip pendapat Maslow (2002:80), mengemukakan kebutuhan akan
motivasi berdasarkan 5 tingkatan penting yaitu:
· Kebutuhan
fisiologis adalah berkenaan dengan kebutuhan pokok manusia yaitu sandang, papan
atau perumahan, pangan.
· Kebutuhan
akan perasaan aman adalah berhubungan dengan keamanan yang terkait fisik maupun
psikis, bebas dari rasa takut dan cemas.
· Kebutuhan
sosial adalah diterima dalam lingkungan orang lain yaitu pemilikan harga diri,
kesempatan untuk maju.
· Kebutuhan
akan penghargaan usaha menumbuhkan jati diri.
· Kebutuhan
untuk aktualisasi diri adalah kebutuhan individu menjadi sesuatu yang sesuai
kemampuannya.
Kebutuhan-kebutuhan
ini hendaknya dapat dipenuhi siswa. Siswa yang memiliki kebutuhan akan motivasi
, akan merasa nyaman dalam belajar, dapat giat dan tekun karena berbagai
kebutuhannya dapat terpenuhi.
Ciri-ciri motivasi
Menurut Sardiman (2006 : 83)
motivasi pada diri seseorang itu memiliki ciri-ciri:
ü Tekun
menghadapi tugas
ü Ulet
menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa)
ü Menunjukkan
minat terhadap bermacam-macam masalah
ü Lebih
senang bekerja mandiri
ü Tidak
cepat bosan terhadap tugas-tugas yang rutin
ü Dapat
mempertahankan pendapatnya
ü Tidak
cepat menyerah terhadap hal yang diyakini
ü Senang
mencari dan memecahkan masalah soal-soal.
Apabila
seseorang mempunyai ciri-ciri tersebut, berarti siswa mempunyai motivasi yang
cukup kuat. Kegiatan belajar mengajar akan berhasil baik jika siswa memiliki
minat untuk belajar, tekun dalam menghadapi tugas, senang memecahkan soal-soal,
ulet dalam mengatasi kesulitan belajar.
Menurut Max Darsono, dkk
(2000:65) ada beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar adalah:
a. Cita-cita atau aspirasi siswa
Cita-cita
atau aspirasi adalah suatu target yang ingin dicapai.Cita-cita akan
memperkuat motivasi belajar.
b. Kemampuan belajar
Dalam
belajar dibutuhkan berbagai kemampuan.Kemampuan ini meliputi beberapa aspek
psikis yang terdapat dalam diri siswa, misalnya penghematan, perhatian,
ingatan, daya pikir, fantasi.
c. Kondisi siswa
Siswa
adalah makhluk yang terdiri dari kesatuan psikofisik. Kondisi siswa yang
mempengaruhi motivasi belajar di sini berkaitan dengan kondisi fisik, dan
kondisi psikologis. Seorang siswa yang kondisi jasmani dan rohani yang
terganggu, akan menganggu perhatian belajar siswa, begitu juga sebaliknya.
d. Kondisi lingkungan
Kondisi
lingkungan merupakan unsur-unsur yang datang dari luar diri siswa. Kondisi
lingkungan yang sehat, kerukuan hidup, ketertiban pergaulan perlu
dipertinggi mutunya dengan lingkungan yang aman, tentram, tertib dan indah,
maka semangat dan motivasi belajar mudah diperkuat.
e. Unsur-unsur dinamis dalam belajar
Unsur-unsur
dinamis dalam belajar adalah unsur-unsur yang keberadaannya dalam proses
belajar mengajar tidak stabil, kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah dan
bahkan hilang sama sekali. Misalnya keadaan emosi siswa, gairah belajar,
situasi dalam keluarga dan lain-lain.
f. Upaya guru dalam pembelajaran siswa
Upaya
yang dimaksud disini adalah bagaimana guru mempersiapkan diri dalam membelajarkan
siswa mulai dari penguasaan materi,cara menyampaikannya, menarik perhatian
siswa, mengevaluasi hasil belajar siswa, dan lain-lain. Bila upaya-upaya
tersebut dilaksanakan dengan berorientasi pada kepentingan siswa, maka
diharapkan dapat menimbulkan motivasi belajar siswa.
Motivasi
mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar baik bagi guru maupun
siswa. Bagi guru mengetahui motivasi belajar dari siswa sangat diperlukan guna
memelihara dan meningkatkan semangat belajar siswa. Bagi siswa motivasi belajar
dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan
kegiatan belajar.
Upaya meningkatkan
motivasi belajar siswa
Menurut
Djamarah (2002:125) ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi
dalam kegiatan belajar di sekolah, antara lain :
a. Memberi angka
Angka
dimaksud adalah simbol atau nilai dari hasil akivitas belajar anak didik. Angka
merupakan alat motivasi yang cukup memberikan rangsangan kepada anak didik
untuk mempertahankan atau bahkan lebih meningkatkan prestasi belajar di masa
mendatang.
b. Hadiah
Hadiah
dapat membuat siswa termotivasi untuk memperoleh nilai yang baik. Hadiah
tersebut dapat digunakan orang tua atau guru untuk memacu belajar siswa.
c. Kompetisi
Kompetisi
adalah persaingan. Persaingan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan
saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat untuk mendorong siswa
belajar.
d. Ego-involvement
Menumbuhkan
kesadaran siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai
tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri adalah
sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Siswa akan belajar
dengan keras bisa jadi karena harga dirinya.
e. Memberi ulangan
Ulangan
bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Siswa akan menjadi giat belajar jika
mengetahui akan ada ulangan. Siswa biasanya mempersiapkan diri dengan belajar
jauh-jauh hari untuk menghadapi ulangan.Oleh karena itu, memberi ulangan
merupakan strategi yang cukup baik untuk memotivasi siswa agar lebih giat
belajar juga merupakan sarana motivasi.
f. Mengetahui hasil
Dengan
mengetahui hasil belajarnya, akan mendorong siswa untuk giat belajar. Dengan
mengetahui hasil belajar yang meningkat, siswa termotivasi untuk belajar dengan
harapan hasilnya akan terus meningkat.
g. Pujian
Pujian
adalah bentuk reinforcement positif sekaligus motivasi yang baik. Guru bisa
memanfaatkan pujian untuk memuji keberhasilan siswa dalam mengerjakan pekerjaan
sekolah Dengan pujian yang tepat akan memupuk suasana menyenangkan,
mempertinggi gairah belajar.
h. Hukuman
Hukuman
merupakan reinforcement negatif, tetapi jika dilakukan dengan tepat dan bijak
akan merupakan alat motivasi yang baik dan efektif.
i. Hasrat untuk belajar
Hasrat
untuk belajar berati ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar. Hasrat
untuk belajar merupakan potensi yang ada dalam diri siswa. Motivasi ekstrinsik
sangat diperlukan agar hasrat untuk belajar itu menjelma menjadi perilaku
belajar.
j. Minat
Minat
besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Siswa yang berminat terhadap
suatu mata pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, karena ada
daya tarik baginya.Proses belajar akan berjalan lancar jika disertai dengan
minat. Minat dapat dibangkitkan dengan :membandingkan adanya kebutuhan,
menghubungkan dengan persoalan penggalaman yang lampau, memberi kesempatan
untuk emndapatkan hasil yang baik, menggunakan berbagai macam metode menggajar.
k. Tujuan yang diakui
Rumusan
tujuan yang diakui dan diterima oleh siswa merupakan alat motivasi yang cukup
penting. Dengan memahami tujuan yang hendak dicapai, akan timbul gairah ntuk
belajar.
Dari
berbagai uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa indikator-indikator dari
motivasi dalam penelitian ini adalah :
v adanya
minat untuk belajar
v tekun
dalam menghadapi tugas
v senang
memecahkan soal-soal
v ulet
dalam mengatasi kesulitan belajar
2. Game
Online
a. Pengertian
Game dan Online game dalam penelitian
Menurut Webster Dictionary edisi tahun 1913 istilah game
didefiniskan sebagai “A contest, physical or mental, according to
certain rules, for amusement, recreation, or for winning a stake; as, a game of
chance; games of skill; field games, etc.”
Pada ensiklopedia Wikipedia definisi game lebih
mendalam: “...is a recreational activity involving one or more
players, defined by a) a goal that the players try to reach, and b) some set of
rules that determines what the players can do. Games are played primarily for
entertainment or enjoyment.”(http://en.wikipedia.org/wiki/Online_game).
Dari
definisi tersebut dapat disimpulkan ciri utama suatu permainan:
v Ada tujuan akhir yang ingin dicapai sang
pemain
v Ada sejumlah aturan yang menentukan
batas-batasan tindakan yang bisa dilakukan pemain
v Tindakan pemain diluar batas-batasan tersebut
akan dianggap sebagai tindakan curang.
v Lebih
lanjut lagi menurut Wikipedia definisi tentang permainan komputer:
A computer game is any sort of game that is played using a
computer. The term is usually used in reference to games played using a
personal computer.(http://en.wikipedia.org/wiki/Online_game)
Online
Game jika diterjemahkan secara bebas adalah permainan online. Kata permainan
memiliki arti sebuah aktivitas rekreasi dengan
tujuan bersenang-senang, mengisi waktu luang, atau berolahraga ringan. Permainan
biasanya dilakukan sendiri atau bersama-sama. Beberapa permainan ini tercipta
di masa yang lalu, disebut dengan permainan tradisional, sedangkan di sisi lain
beberapa permainan yang lebih akhir (dan biasanya menggunakan peralatan yang
canggih) disebut permainan modern. Permainan online (online game) adalah
jenis permainan
video atau permainan komputer dengan menggunakanjaringan
komputer,
umumnya internet, sebagai
medianya. Permainan online terdiri dari dua unsur utama, yaitu server dan client. Server
adalah penyedia layanan gaming yang merupakan basis
agar client-client yang terhubung dapat memainkan permainan
dan melakukan komunikasi dengan baik. Suatu server pada prinsipnya
hanya melakukan administrasi permainan dan menghubungkan client-client.
Sedangkan client adalah pengguna permainan dan memakai
kemampuan server.
No comments:
Post a Comment